Image Source : Dari kiri ke kanan: Asdullah Anwar, Ahmad Qoyyim, Enny Suhaeni.*

Penuhi Panggilan KPK, Asdullah Pede, Qoyyim Tutup Muka, Enny Gugup

Fajarnews, CIREBON- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengumpulkan bukti dan informasi terkait dugaan tindak pidana korupsi jual beli jabatan, fee (komisi) proyek dan perizinan yang dilakukan bupati nonaktif Cirebon, Sunjaya Purwadisastra, Rabu (16/1).

Terkait upaya tersebut, KPK kembali memeriksa 14 pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon yang diduga kuat mengetahui aliran dan jumlah uang yang diterima Sunjaya, baik yang berasal dari suap jual beli jabatan, maupun dari fee proyek dan perizinan.

Ke-14 orang yang dijadwalkan diperiksa yakni Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon Asdullah Anwar, Kepala ULP Adil Prayitno, Kabid Mutasi BKPSDM Canida, Kabag SDM Iwan, Kabid PPHI dan Jamsostek Diskertran Rio, Kasi Bina Potensi Masyarakat Sat Pol PP Baehaqi, Kasi Pemerintahan Kecamatan Beber Ahmad Rodi Sakho, dan Kepala Puskesmas Suranenggala H. Sidik.

Serta Sekdis Pertanian Warman, Kasubag Keuangan dan Aset Disnakertran Irma, PNS Siti Runingsih, mantan Kepala Dinas Kesehatan Ahmad Qoyyim, Kepsek SMPN 1 Gegesik Hj. Mursida dan PNS Dinas Tenaga Kerja Abdullah. 

Pantauan fajarnews di lokasi pemeriksaan, Mapolres Cirebon Kota mendapati, meski kabar yang beredar di kalangan wartawan jumlah pejabat dan ASN yang diperiksa ada 14 orang, namun di lapangan terdapat penambahan. Sedikitnya ada empat orang di luar daftar 14 orang yang dijadwalkan diperiksa yakni, Kepala Dinas PUPR Avip Suherdian, Kepala UPT Dinas PUPR Dodi Sodikin, Kepala Dinas Kesehatan Enny Suhaeni dan Ajudan Bupati, Deni Safrudin.

Kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Enny Suhaeni terbilang mengagetkan awak media. Pasalnya, nama Enny sebelumnya tidak masuk dalam daftar pejabat yang diperiksa oleh KPK. Saat keluar dari ruang pemeriksaan, Enny terlihat gugup. Saat akan diambil gambarnya, ia mencoba bersembunyi di balik badan salah seorang wartawan. Tapi Enny kemudian bersedia untuk berkomentar. Ia mengaku kedatangannya ke Mapolres setelah ditelefon Qoyyim.

“Saya tidak tahu, cuma memang saya ditelefon (dr. Qoyyim) suruh ke sini, sebelumya memang tidak ada surat panggilan,” ujar Enny dengan gugup. 

Saat kembali dikonfirmasi maksud kedatanganya, Enny pun mengungkapkan bahwa dirinya dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan oleh KPK, pada Jumat (18/1) besok. 

“Surat panggilan sih ada, cuma bukan hari ini. Kalau saya hari Jumat depan baru akan dimintai keterangan,” katanya.

Saat disinggung terkait materi apa saja yang disampaikan saat pemeriksaan, Enny hanya menjawab dengan singkat dan bergegas menuju mobilnya. 

“Ya mungkin seputar mutasi dan rotasi yang ada di dinkes saja,” katanya.

Tingkah lucu ditunjukkan mantan Kepala Dinas Kesehatan dr Ahmad Qoyim saat keluar ruang pemeriksaan. Begitu melihat awak media, Qoyim langsung menutup mukanya menggunakan dua telapak tanggan sambil terus berjalan. 

“Sudahlah jangan disorot, sudah… hei jangan foto-foto,” tegur Qoyyim kepada sejumlah awak media. 

Hingga sampai di depan pintu keluar Mapolresta, Qoyyim tetap enggan menjawab pertanyaan dari awak madia dengan terus menutupi mukanya. Qoyyim bahkan langsung menaiki becak yang mangkal di depan Mapolres dan langsung dibawa entah kemana. 

Berbeda dengan Qoyyim dan Enny, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon Asdullah Anwar tampak PeDe menghadapi  awak media. Saat hendak menjalankan Salat Ashar, Asdullah keluar dari ruang pemeriksaan dan dengan sengaja menghadap ke sorotan kamera para wartawan, sambil mengepalkan tangan tepat di tengah bagian dadanya disertai tersenyum. Namun ia memilih bungkam saat dimintai konfirmasi apa saja yang ditanyakan penyidik KPK kepadanya.

Seperti hari sebelumnya, pada pemeriksaan hari ketiga KPK di Cirebon, Ajudan Bupati Deni Safrudin kembali hadir. Ia bahkan terpantau bolak balik ruang pemeriksaan. Sekitar pukul 13.53 WIB Deni datang  dengan membawa kertas di tangannya. Deni datang seorang diri  mengenakan kemeja putih. 

“Ko datang lagi kang?” tanya salah seorang wartawan.

“Ya biasa silaturahmi saja,” kata Deni singkat, sambil berjalan menuju ruang Bhayangkari.

Tak lama, Deni keluar lagi entah kemana. Deni kembali lagi pukul 14.55 WIB dan langsung masuk ruangan pemeriksaan. Sekitar pukul  15.34 WIB, Deni keluar dari ruang pemeriksaan didampingi tim KPK  yang membawa koper berwarna biru keluar dari Mapolres Kota Cirebon. Deni memilih bungkam saat dicecar pertanyaan oleh wartawan. Ia hanya tersenyum sambil berlalu bersama tim KPK.

Selain Deni, Kepala Dinas PUPR Avip Suherdian dan Kepala UPT Dinas PUPR Dodi Sodikin pun kembali mendatangi Mapolres Cirebon Kota. Kepada para wartawan, Dodi mengaku pemeriksaan terhadap dirinya baru dilakukan karena pada pemanggilan Selasa (15/1) lalu, belum menyiapkan berkas yang dibutuhkan KPK. 

“Kemarin saya belum ada yang disiapkan, makanya hari ini balik lagi,” kata Dodi. 

Meski tiba di Mapolres Cirebon Kota bersamaan sekitar pukul 10.30 WIB, namun lama pemeriksaan keduanya beda. Dodi lebih dulu keluar dari ruang pemeriksaan pada pukul 15.00 WIB, sedangkan Avip, hingga pukul 18.00 WIB masih menjalani pemeriksaan. (Hadi)